Banyak blogger pemula semangat banget waktu bikin blog. Sudah beli domain, pilih tema yang keren, bahkan nulis artikel dengan penuh semangat. Tapi setelah dipublish? Sepi. Nggak ada yang baca. View cuma dari diri sendiri dan teman dekat.
Biasanya masalahnya bukan di kemampuan nulis. Tapi di satu hal yang sering diremehkan: riset keyword.
Kedengarannya memang teknis dan ribet. Padahal, kalau dipahami dengan santai, riset keyword itu sebenarnya sederhana banget. Intinya cuma satu: cari tahu orang lagi nyari apa di Google, lalu bikin konten yang menjawab itu.
Nah, di artikel ini kita bakal bahas gimana cara riset keyword yang simpel dan realistis buat blogger pemula.
Kenapa Riset Keyword Itu Penting?
Bayangin kamu buka warung di tengah hutan. Masakannya enak, tempatnya nyaman, tapi nggak ada orang lewat. Ya tetap saja sepi.
Begitu juga dengan blog. Kamu bisa saja nulis artikel bagus, tapi kalau nggak ada yang mencari topik itu di Google, ya tetap nggak ada pengunjung.
Riset keyword membantu kamu:
Mengetahui topik yang benar-benar dicari orang
Memahami cara orang mengetik pencarian
Menghindari persaingan yang terlalu berat
Dengan kata lain, kamu nggak lagi menulis berdasarkan feeling, tapi berdasarkan data.
Mulai dari Ide Sederhana
Riset keyword nggak selalu harus pakai tools mahal. Untuk tahap awal, kamu bisa mulai dari ide sederhana.
Misalnya kamu punya blog tentang keuangan pribadi. Coba pikirkan pertanyaan yang sering muncul:
Cara menabung gaji UMR
Tips mengatur keuangan rumah tangga
Cara bayar utang cepat
Itu sudah jadi calon keyword.
Kuncinya adalah berpikir seperti pembaca. Bukan sebagai penulis yang ingin terlihat pintar, tapi sebagai orang yang sedang butuh solusi.
Manfaatkan Google Suggest
Cara paling gampang dan gratis adalah pakai Google langsung.
Coba buka Google dan ketik satu kata kunci dasar, misalnya:
“cara menabung”
Nanti akan muncul saran otomatis seperti:
cara menabung untuk pelajar
cara menabung cepat
cara menabung 10 juta dalam 3 bulan
Nah, itu bukan asal muncul. Itu berdasarkan apa yang sering dicari orang.
Selain itu, scroll ke bawah sampai bagian “pencarian terkait”. Di sana biasanya ada tambahan ide keyword yang bisa kamu pakai.
Dari satu kata saja, kamu bisa dapat banyak ide artikel.
Gunakan Tools Gratis
Kalau mau sedikit lebih serius, kamu bisa pakai tools gratis seperti:
Ubersuggest
Google Keyword Planner
AnswerThePublic
Keyword Tool (versi gratis)
Di sana kamu bisa lihat:
Perkiraan jumlah pencarian per bulan
Tingkat persaingan
Keyword turunan
Untuk blogger pemula, fokuslah pada keyword dengan pencarian lumayan tapi persaingan rendah sampai sedang. Jangan langsung incar keyword yang terlalu umum seperti “bisnis online” karena saingannya sudah website besar.
Lebih baik pilih yang lebih spesifik, misalnya:
“cara memulai bisnis online tanpa modal untuk mahasiswa”
Memang lebih panjang, tapi peluangnya lebih besar.
Kenalan dengan Long Tail Keyword
Long tail keyword itu kata kunci yang lebih panjang dan spesifik. Biasanya terdiri dari 3–6 kata atau lebih.
Contohnya:
“cara diet sehat untuk ibu menyusui”
“rekomendasi laptop murah untuk desain grafis”
“cara daftar affiliate untuk pemula tanpa website”
Kenapa ini bagus untuk pemula?
Karena:
Persaingannya lebih rendah
Pengunjungnya lebih tertarget
Peluang ranking lebih besar
Memang jumlah pencariannya mungkin nggak sebanyak keyword umum. Tapi kualitas pengunjungnya biasanya lebih bagus.
Daripada dapat 1000 pengunjung yang nggak jelas kebutuhannya, lebih baik 200 pengunjung yang benar-benar butuh solusi kamu.
Lihat Kompetitor, Tapi Jangan Minder
Setelah menemukan keyword, coba cari di Google dan lihat siapa saja yang muncul di halaman pertama.
Perhatikan:
Panjang artikelnya
Struktur pembahasannya
Apakah informasinya lengkap
Apakah ada yang kurang
Tujuannya bukan untuk meniru mentah-mentah, tapi untuk melihat standar kualitas.
Kalau semua yang muncul adalah website besar dengan domain kuat, mungkin kamu perlu cari keyword yang lebih spesifik lagi.
Tapi kalau ada blog biasa seperti kamu yang bisa masuk halaman pertama, itu tanda peluangnya terbuka.
Pahami Niat Pencarian (Search Intent)
Ini penting banget tapi sering diabaikan.
Search intent itu maksud di balik pencarian seseorang.
Contohnya:
Kalau orang mengetik “harga iPhone terbaru”, berarti dia ingin informasi harga, bukan sejarah iPhone.
Kalau orang mengetik “cara membuat blog di WordPress”, berarti dia ingin tutorial langkah demi langkah.
Jadi sebelum menulis, tanya dulu:
Orang yang mengetik keyword ini sebenarnya mau apa?
Kalau niatnya cari tutorial, jangan bikin artikel opini panjang. Kalau niatnya cari rekomendasi, jangan cuma bahas teori.
Semakin sesuai dengan niat pencarian, semakin besar peluang artikel kamu disukai Google.
Jangan Terlalu Banyak Keyword dalam Satu Artikel
Blogger pemula sering ingin mengejar banyak keyword dalam satu artikel. Akhirnya topiknya jadi melebar ke mana-mana.
Lebih baik:
Satu artikel fokus pada satu keyword utama
Tambahkan beberapa keyword turunan yang masih relevan
Misalnya keyword utama:
“cara menabung untuk pemula”
Keyword turunan:
tips menabung konsisten
kesalahan saat menabung
cara mengatur uang bulanan
Masih satu tema, tapi pembahasannya tetap fokus.
Buat Daftar Keyword untuk 1 Bulan ke Depan
Supaya konsisten, coba lakukan riset lalu buat daftar 10–20 keyword sekaligus. Itu bisa jadi stok ide untuk satu bulan atau lebih.
Dengan begitu:
Kamu nggak bingung mau nulis apa
Topik blog kamu jadi lebih terarah
Konten terasa saling berhubungan
Misalnya blog kamu tentang parenting, kamu bisa buat daftar seperti:
cara mengatasi anak susah makan
tips mendidik anak tanpa marah
jadwal belajar anak SD di rumah
cara mengatur screen time anak
Dari situ, kamu tinggal fokus eksekusi satu per satu.
Jangan Perfeksionis di Awal
Banyak pemula takut salah pilih keyword. Akhirnya nggak jadi nulis sama sekali.
Padahal, riset keyword itu juga proses belajar. Kadang ada artikel yang nggak naik-naik. Itu wajar.
Dari situ kamu bisa evaluasi:
Apakah keyword-nya terlalu berat?
Apakah artikelnya kurang lengkap?
Apakah kurang sesuai dengan search intent?
SEO itu permainan jangka panjang. Semakin sering kamu praktik, semakin peka insting kamu dalam memilih keyword yang bagus.
Kesimpulan
Riset keyword untuk blogger pemula sebenarnya nggak perlu ribet. Kamu cukup:
Pahami siapa target pembaca kamu
Cari tahu apa yang mereka ketik di Google
Gunakan Google Suggest dan tools gratis
Fokus pada long tail keyword
Sesuaikan dengan niat pencarian
Jangan menulis hanya berdasarkan apa yang ingin kamu sampaikan. Tulis berdasarkan apa yang orang butuhkan.
Kalau kamu konsisten melakukan riset sederhana sebelum menulis, blog kamu akan jauh lebih terarah. Pengunjung mungkin nggak langsung ramai dalam semalam, tapi pelan-pelan akan mulai datang.
Ingat, blogging bukan soal siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling konsisten dan mau belajar.
Jadi mulai sekarang, sebelum nulis artikel berikutnya, luangkan waktu 15–30 menit untuk riset keyword. Percaya deh, langkah kecil itu bisa bikin perbedaan besar untuk perkembangan blog kamu ke depan.

0 Komentar