Cara Mengasah Gaya Menulis Agar Lebih Unik (Tanpa Ribet & Tetap Jadi Diri Sendiri)

 

Pernah nggak sih kamu ngerasa tulisan kamu “biasa banget”? Isinya oke, tapi rasanya kurang nendang. Tenang, itu wajar. Gaya menulis itu bukan bakat bawaan—tapi sesuatu yang bisa diasah pelan-pelan.

Yuk, kita bahas dengan bahasa santai gimana caranya bikin gaya menulis kamu makin unik dan punya “rasa” sendiri.


1. Banyak Baca, Tapi Jangan Cuma Niru

Kalau mau punya gaya sendiri, kamu tetap harus banyak baca. Ibarat masak, kamu harus tahu dulu rasa berbagai makanan sebelum nemuin resep khas kamu.

Coba baca penulis dengan gaya yang beda-beda, misalnya:

  • Raditya Dika (santai, lucu, observasional)

  • Dee Lestari (puitis tapi tetap modern)

  • Tere Liye (emosional dan mengalir)

Bukan buat ditiru mentah-mentah, tapi buat dipelajari:

  • Cara mereka buka cerita

  • Cara mereka bikin dialog

  • Cara mereka nutup tulisan dengan kuat

Dari situ, kamu bisa mulai nemuin gaya yang paling “klik” sama kamu.


2. Kenali Suara Asli Kamu

Gaya menulis itu sebenarnya cuma satu hal: cara kamu ngomong, tapi dalam bentuk tulisan.

Coba jawab ini:

  • Kalau lagi cerita ke teman, kamu tipe yang lebay, santai, atau to the point?

  • Kamu suka pakai analogi?

  • Kamu sering pakai humor atau lebih serius?

Tulis dulu seperti kamu ngobrol. Jangan terlalu mikirin “harus baku” atau “harus keren”. Unik itu biasanya muncul justru dari kejujuran.


3. Berani Eksperimen

Kadang kita terlalu takut tulisan kita jelek. Padahal, gaya unik sering lahir dari eksperimen yang awalnya terasa aneh.

Misalnya:

  • Coba pakai sudut pandang orang pertama (“aku”)

  • Coba pakai sudut pandang orang kedua (“kamu”)

  • Mainin kalimat pendek-pendek biar dramatis

  • Atau bikin paragraf panjang yang ngalir kayak curhat

Nggak semua eksperimen bakal berhasil. Tapi dari situ kamu tahu mana yang cocok.


4. Punya “Ciri Khas” Kecil

Penulis yang punya gaya unik biasanya punya kebiasaan kecil yang konsisten. Misalnya:

  • Suka pakai metafora

  • Suka menyelipkan humor tipis-tipis

  • Sering pakai pertanyaan retoris

  • Punya cara khas dalam menutup tulisan

Coba perhatikan tulisan kamu. Ada pola tertentu nggak? Kalau belum ada, kamu bisa mulai membentuknya secara sadar.


5. Edit Itu Wajib (Biar Makin Tajam)

Menulis itu cuma 50% kerjaan. 50% lainnya adalah edit.

Pas edit, coba tanya:

  • Ada kalimat yang kepanjangan?

  • Ada bagian yang bisa dibuat lebih simpel?

  • Ada kata yang terlalu sering diulang?

Kadang tulisan biasa bisa jadi luar biasa cuma karena dipangkas dan dirapikan.


6. Tulis Rutin, Jangan Nunggu Mood

Ini yang paling penting. Gaya menulis itu terbentuk dari jam terbang.

Kalau cuma nulis sebulan sekali, ya susah berkembang. Coba biasakan:

  • Nulis 10–15 menit per hari

  • Bikin jurnal singkat

  • Posting di blog atau media sosial

Semakin sering kamu nulis, semakin kelihatan pola dan karakter tulisan kamu.


7. Jangan Takut “Beda”

Kadang kita takut dibilang aneh. Padahal, unik itu sering lahir dari keberanian beda.

Lihat aja penulis-penulis besar dunia seperti Haruki Murakami. Gayanya nggak biasa, kadang surealis, kadang absurd. Tapi justru itu yang bikin dia dikenal.

Intinya:
Kalau semua orang nulis dengan cara yang sama, siapa yang bakal diingat?


Penutup

Mengasah gaya menulis itu proses, bukan hasil instan. Jangan fokus pengen “keren”, tapi fokus pengen “jujur” dan “konsisten”.

Karena pada akhirnya, gaya menulis yang paling unik adalah gaya yang paling mencerminkan diri kamu sendiri.

Kalau kamu mau, kamu bisa kirim satu contoh tulisan kamu. Nanti kita bedah bareng dan aku kasih saran biar gayanya makin kuat 💬

Posting Komentar

0 Komentar