Menulis itu sebenarnya nggak serumit yang kita bayangkan. Tapi kalau kamu baru mau mulai, wajar banget kalau merasa bingung harus mulai dari mana. Tenang, semua penulis hebat juga dulu pernah mulai dari nol. Di sini aku bakal kasih panduan step by step supaya kamu bisa mulai menulis dengan santai dan konsisten, tanpa stres.
1. Lepas Rasa Takut dan Perfeksionisme
Salah satu alasan orang susah mulai menulis adalah takut tulisannya jelek atau nggak bagus. Padahal, menulis itu proses. Tulisan pertama nggak harus sempurna, yang penting kamu mulai dulu. Bayangkan menulis itu seperti belajar naik sepeda: awalnya pasti goyah, tapi lama-lama akan lancar.
Tipsnya:
Jangan baca ulang terlalu sering saat menulis draft pertama. Fokus aja menuangkan ide.
Anggap tulisanmu sebagai “sketsa”, nanti bisa diperbaiki setelah selesai.
2. Tentukan Tujuan Menulismu
Kenapa kamu mau menulis? Apakah untuk:
Menyalurkan hobi dan ekspresi diri
Membangun blog atau media sosial
Menulis buku atau cerita pendek
Kalau tujuanmu jelas, akan lebih gampang menentukan jenis tulisan, gaya bahasa, dan cara membagikannya. Misalnya, kalau tujuanmu buat blog, fokus ke tulisan yang ringan, informatif, dan gampang dicari orang lewat Google.
3. Mulai dari Topik yang Kamu Suka
Menulis akan lebih mudah kalau kamu menulis tentang hal yang kamu minati. Bisa hal sederhana, seperti:
Hobi atau kegiatan sehari-hari
Pengalaman pribadi yang lucu atau berkesan
Tips sederhana yang bermanfaat untuk orang lain
Kalau kamu menulis sesuatu yang kamu sukai, ide bakal lebih gampang muncul dan proses menulis jadi lebih menyenangkan.
4. Buat Kerangka atau Outline
Sebelum mulai nulis panjang, bikin kerangka dulu. Ini kayak peta yang bantu kita nggak nyasar saat menulis. Contoh:
Judul: Cara Memasak Nasi Goreng Spesial
Kerangka:
Pendahuluan: Kenapa nasi goreng spesial itu enak
Bahan-bahan
Langkah memasak
Tips biar lebih lezat
Kesimpulan
Dengan kerangka, menulis bakal lebih cepat karena kamu tahu alurnya. Kamu nggak akan stuck di tengah jalan karena bingung mau nulis apa.
5. Jangan Takut Menulis Setiap Hari
Menulis itu butuh latihan, sama seperti olahraga. Makin sering latihan, makin lihai. Mulai dari:
Menulis 100–200 kata sehari
Atau satu paragraf aja setiap hari
Nggak masalah kalau awalnya tulisannya pendek, yang penting konsisten
Tips tambahan: sediakan buku catatan atau aplikasi di HP supaya setiap ide bisa langsung dicatat. Kadang ide terbaik muncul saat nggak kita duga.
6. Gunakan Bahasa yang Mudah Dimengerti
Kalau tujuanmu menulis untuk orang lain, pakai bahasa sehari-hari yang gampang dimengerti. Hindari kata-kata ribet atau terlalu “berat”. Contoh:
Sulit dimengerti → “Implementasikan strategi konten untuk optimasi visibilitas digital”
Mudah dimengerti → “Buat konten yang menarik supaya lebih banyak orang lihat blogmu”
Intinya, tulis seperti kamu ngobrol sama teman. Pembaca bakal lebih betah dan pesanmu tersampaikan dengan jelas.
7. Edit Setelah Menulis Draft
Setelah menulis, jangan langsung publish. Baca ulang dan perbaiki:
Struktur kalimat supaya lebih rapi
Ejaan dan tanda baca
Ide yang kurang jelas atau berulang
Tapi ingat, jangan terlalu lama mengedit. Kalau terlalu lama, kita malah takut publish. Fokus ke perbaikan sederhana dulu, nanti lama-lama skill menulismu otomatis meningkat.
8. Baca dan Belajar dari Penulis Lain
Menulis bukan cuma soal menulis, tapi juga soal membaca. Dengan membaca:
Kamu dapat inspirasi gaya menulis
Bisa tahu cara menulis yang enak dibaca
Mendapat ide baru untuk topik tulisanmu
Mulai dari artikel blog, cerita pendek, atau buku favoritmu. Catat hal-hal yang kamu suka dari tulisan mereka dan coba terapkan ke tulisamu sendiri.
9. Jangan Bandingkan Dirimu dengan Orang Lain
Setiap penulis punya jalannya masing-masing. Jangan terlalu fokus membandingkan hasil tulisamu dengan orang lain. Fokus pada proses dan perkembangan diri.
Kalau kamu konsisten menulis, skill menulismu pasti meningkat. Ingat, semua penulis hebat juga pernah mulai dari nol.
10. Publish dan Dapatkan Feedback
Langkah terakhir: bagikan tulisanmu. Bisa di blog, media sosial, atau forum menulis. Kenapa? Karena:
Feedback dari pembaca bikin kamu tahu apa yang perlu diperbaiki
Kamu akan belajar menulis untuk audiens, bukan cuma diri sendiri
Semakin banyak pengalaman, semakin percaya diri menulis
Jangan takut kritik, ambil sisi positifnya aja. Kritik yang membangun itu justru bikin tulisanmu semakin bagus.
Penutup
Menulis dari nol memang butuh waktu dan latihan, tapi kalau kamu mau konsisten, prosesnya akan semakin mudah dan menyenangkan. Kuncinya: mulai dulu, jangan takut salah, dan terus belajar.
Sekarang waktunya kamu coba: buka catatan atau laptop, dan tulis satu paragraf tentang apa pun yang kamu suka. Nggak harus sempurna, yang penting mulai. Lama-lama, menulis akan jadi bagian dari rutinitasmu, dan kemampuanmu pasti berkembang pesat.

0 Komentar