Cara Membuat CTA (Call to Action) yang Efektif untuk Novel

 

Kalau dengar istilah CTA atau Call to Action, kebanyakan orang langsung kepikiran jualan online. Padahal, CTA itu penting banget juga dalam dunia novel. Iya, novel. Baik kamu penulis pemula yang baru rilis buku pertama, atau penulis indie yang lagi bangun pembaca setia, CTA bisa jadi “senjata halus” buat bikin pembaca nggak cuma selesai baca… tapi juga melakukan sesuatu setelahnya.

Masalahnya, banyak penulis novel yang nggak sadar pentingnya CTA. Mereka fokus di cerita (yang memang wajib bagus), tapi lupa mengarahkan pembaca setelah halaman terakhir ditutup. Padahal, momen setelah pembaca selesai baca itu justru momen emas.

Nah, di artikel ini kita bakal bahas cara membuat CTA yang efektif untuk novel dengan bahasa santai dan mudah dipraktikkan.


Apa Itu CTA dalam Novel?

CTA (Call to Action) adalah ajakan yang kamu berikan kepada pembaca untuk melakukan sesuatu setelah membaca novelmu.

Contohnya:

  • Mengikuti akun media sosial kamu

  • Memberikan review

  • Membeli seri berikutnya

  • Bergabung ke newsletter

  • Membagikan buku ke teman

CTA bukan berarti memaksa. Ini lebih ke “mengajak dengan elegan”. Ingat, pembaca yang baru selesai baca novel biasanya masih terbawa emosi cerita. Di situlah kesempatanmu.


Kenapa CTA Itu Penting untuk Penulis Novel?

Banyak penulis berpikir, “Ah, yang penting ceritanya bagus.” Memang benar. Tapi kalau kamu ingin membangun karier jangka panjang, CTA itu krusial.

Beberapa alasannya:

  1. Membangun komunitas pembaca setia
    Tanpa CTA, pembaca mungkin suka bukumu, tapi setelah itu hilang begitu saja.

  2. Meningkatkan review dan rating
    Banyak pembaca sebenarnya mau kasih review, tapi lupa. Kalau nggak diingatkan, ya sudah lewat.

  3. Mendorong penjualan seri berikutnya
    Kalau novelmu berseri, CTA bisa jadi jembatan ke buku selanjutnya.

  4. Membangun personal branding
    Kamu bukan cuma penulis satu buku, tapi penulis dengan dunia dan audiens sendiri.

CTA itu bukan soal jualan keras. Ini soal membangun hubungan.


Waktu Terbaik Menaruh CTA dalam Novel

Biasanya, CTA paling efektif diletakkan di bagian:

  • Setelah epilog

  • Di halaman terakhir

  • Di bagian “Tentang Penulis”

  • Di halaman bonus (misalnya sneak peek buku berikutnya)

Kenapa di akhir? Karena di situ pembaca sudah selesai menikmati cerita. Emosi mereka masih hangat. Kalau cerita kamu menyentuh, seru, atau bikin penasaran, itu jadi momen yang pas buat mengajak mereka lanjut berinteraksi.


Cara Membuat CTA yang Efektif untuk Novel

Sekarang kita masuk ke bagian pentingnya.

1. Gunakan Bahasa yang Natural

Jangan tiba-tiba berubah jadi seperti sales. Kalau sepanjang novel kamu pakai gaya santai, ya CTA juga santai.

Contoh yang terlalu kaku:

“Silakan berikan ulasan dan rekomendasikan buku ini kepada pihak lain.”

Lebih enak begini:

“Kalau kamu menikmati cerita ini, aku bakal senang banget kalau kamu mau kasih review atau cerita ke temanmu.”

Lebih terasa manusiawi, kan?


2. Fokus ke Satu atau Dua Aksi Saja

Jangan terlalu banyak minta. Jangan sampai CTA-mu isinya:

  • Follow Instagram

  • Subscribe YouTube

  • Join Telegram

  • Beli buku lain

  • Isi survei

  • Kasih review

  • Share ke 10 teman

Itu bikin pembaca bingung dan akhirnya nggak melakukan apa-apa.

Pilih yang paling penting. Misalnya:

  • Minta review

  • Ajak follow untuk info buku selanjutnya

Sederhana tapi jelas.


3. Jelaskan Kenapa Itu Penting

Orang lebih mau melakukan sesuatu kalau tahu alasannya.

Contoh:

“Review kamu membantu banget supaya buku ini bisa ditemukan pembaca lain.”

Atau:

“Dengan follow Instagramku, kamu nggak akan ketinggalan info cerita lanjutan mereka.”

Kata kuncinya: kasih alasan yang masuk akal.


4. Manfaatkan Emosi yang Masih Hangat

Kalau novelmu punya ending yang menggantung, kamu bisa manfaatkan itu.

Contoh:

“Masih penasaran dengan kelanjutan kisah Arga dan Nara? Buku keduanya sudah tersedia.”

Atau:

“Kisah mereka belum benar-benar selesai…”

Kalimat seperti ini bikin pembaca merasa, “Oke, gue butuh lanjut.”

CTA yang kuat sering kali nyambung langsung dengan emosi terakhir di cerita.


5. Tambahkan Bonus atau Imbalan

Ini opsional, tapi ampuh.

Kamu bisa menawarkan:

  • Bab tambahan gratis

  • Cerita pendek eksklusif

  • Alternatif ending

  • Wallpaper karakter

Contoh:

“Daftar di newsletter-ku dan dapatkan cerita pendek eksklusif tentang masa lalu Arga.”

Pembaca merasa dapat sesuatu, bukan cuma diminta sesuatu.


6. Buat CTA Terlihat Jelas Secara Visual

Kalau dalam versi cetak atau ebook, kamu bisa:

  • Memberi jarak khusus

  • Menggunakan judul kecil seperti “Sebelum Kamu Pergi…”

  • Membuat paragraf CTA berdiri sendiri

Jangan campur CTA dengan paragraf cerita biasa. Bikin dia terlihat penting.


7. Sesuaikan dengan Genre Novel

CTA novel romance beda dengan novel thriller atau self-improvement.

Contoh untuk romance:

“Kalau kamu percaya cinta selalu menemukan jalannya, bagikan cerita ini ke seseorang yang kamu sayang.”

Untuk thriller:

“Berani lanjut ke misteri berikutnya?”

Untuk fantasy:

“Petualangan di dunia ini belum berakhir…”

Sesuaikan tone-nya dengan dunia yang kamu bangun.


Contoh CTA yang Efektif untuk Novel

Supaya makin kebayang, ini contoh CTA yang simpel tapi kuat:

Terima kasih sudah ikut perjalanan mereka sampai akhir.
Kalau cerita ini meninggalkan kesan di hatimu, aku akan sangat menghargai jika kamu mau memberikan review singkat.
Dukunganmu membantu kisah ini menemukan lebih banyak pembaca.

Sampai jumpa di cerita berikutnya.

Lihat? Nggak panjang. Nggak maksa. Tapi jelas.


Kesalahan yang Sering Dilakukan Penulis

Biar makin lengkap, ini beberapa kesalahan yang sering terjadi:

  1. Tidak menaruh CTA sama sekali

  2. Terlalu banyak permintaan

  3. Bahasa terlalu formal atau kaku

  4. Terlalu “jualan banget”

  5. CTA tidak nyambung dengan cerita

Ingat, pembaca novel itu datang untuk menikmati cerita, bukan untuk merasa sedang ditawari produk.


Penutup

CTA dalam novel bukan cuma soal promosi. Ini tentang memperpanjang hubungan antara kamu dan pembaca. Novel mungkin selesai di halaman terakhir, tapi hubungan dengan pembaca seharusnya nggak berhenti di situ.

Dengan CTA yang tepat, kamu bisa:

  • Membangun komunitas

  • Meningkatkan review

  • Mengembangkan seri

  • Membuat pembaca kembali lagi

Yang penting, tetap natural, relevan, dan sesuai dengan gaya ceritamu. Jangan berubah jadi orang lain hanya demi terlihat “strategis”.

Karena pada akhirnya, CTA terbaik untuk novel adalah yang terasa tulus. Pembaca bisa merasakan mana ajakan yang dibuat dengan hati, dan mana yang cuma formalitas.

Jadi, setelah kamu menyelesaikan novel berikutnya, jangan lupa satu hal kecil tapi penting ini.

Sebelum pembaca benar-benar pergi… ajak mereka tinggal sedikit lebih lama.

Posting Komentar

0 Komentar