Banyak orang pengen bisa nulis, tapi mentok di satu hal:
“Mulainya dari mana, ya?”
Jawabannya simpel banget: mulai dari 15 menit sehari.
Serius. Nggak perlu nunggu mood. Nggak perlu nunggu ide besar. Cukup 15 menit. Yang penting rutin.
Di artikel ini, kita bahas cara latihan menulis 15 menit sehari khusus buat pemula — pakai bahasa santai, tanpa teori ribet.
Kenapa Cuma 15 Menit?
Karena otak kita suka alasan.
Kalau kamu bilang:
“Aku mau nulis 2 jam tiap hari.”
Kemungkinan besar… besoknya kamu males.
Tapi kalau cuma 15 menit?
Rasanya ringan. Bisa dilakukan sebelum tidur, sebelum kerja, atau pas lagi nunggu sesuatu.
Dan yang paling penting: konsistensi lebih penting daripada durasi.
Cara Latihan Menulis 15 Menit Sehari
Berikut pola simpel yang bisa kamu pakai.
1. Menit 1–3: Tulis Apa Aja yang Ada di Kepala
Ini namanya brain dump.
Nggak usah mikirin bagus atau jelek.
Tulis aja:
Hari ini capek banget.
Tadi ketemu orang nyebelin.
Lagi bingung mau ngapain.
Lagi seneng banget dapet kabar baik.
Tujuannya cuma satu: bikin tangan dan otak nyambung dulu.
Kalau macet? Tulis aja:
“Aku nggak tahu mau nulis apa.”
Aneh? Iya. Tapi efektif.
2. Menit 4–10: Pilih Satu Topik, Kembangkan
Dari tulisan tadi, pilih satu hal.
Misalnya kamu tadi nulis:
“Hari ini capek banget.”
Nah, lanjutkan:
Kenapa capek?
Capek fisik atau mental?
Apa yang bikin makin capek?
Ada hal kecil yang bikin senyum nggak?
Tulis kayak lagi cerita ke teman.
Nggak perlu bahasa baku.
Nggak perlu mikirin tanda baca dulu.
Fokus ke alur pikiran kamu.
3. Menit 11–15: Rapikan Sedikit
Nah, di 5 menit terakhir, baru edit ringan:
Hapus kata yang diulang-ulang.
Pecah kalimat yang kepanjangan.
Tambahin satu kalimat penutup yang kuat.
Contoh:
Awalnya:
Hari ini capek banget karena kerjaan banyak dan bos rewel dan macet dan semuanya terasa berat banget.
Setelah diedit:
Hari ini capek banget. Kerjaan numpuk, bos lagi sensitif, dan jalanan macet total. Rasanya kayak semua hal datang barengan.
Lebih enak dibaca, kan?
Contoh Ide Latihan 30 Hari (Biar Nggak Bingung)
Kalau kamu bingung mau nulis apa tiap hari, ini beberapa ide simpel:
Ceritain pagi kamu.
Kenangan masa kecil paling lucu.
Hal kecil yang bikin kamu bersyukur.
Momen paling bikin malu.
Orang yang paling berpengaruh dalam hidup kamu.
Tempat favorit kamu dan kenapa.
Hal yang lagi kamu takutin.
Impian yang belum kesampaian.
Pelajaran hidup dari kegagalan.
Versi diri kamu 5 tahun lagi.
Nggak perlu panjang.
Yang penting selesai.
Aturan Penting Supaya Latihan Ini Berhasil
✅ Jangan Edit Saat Lagi Nulis
Kalau tiap kalimat langsung kamu hapus, kamu bakal stuck.
Pisahin waktu nulis dan waktu edit.
✅ Jangan Bandingin Sama Penulis Lain
Kamu mungkin baca karya penulis terkenal seperti Raditya Dika atau Dee Lestari dan ngerasa tulisan kamu jauh banget.
Wajar.
Mereka udah latihan bertahun-tahun.
Kamu baru mulai.
Bandingin diri kamu dengan versi kamu kemarin, bukan dengan orang lain.
✅ Simpan Semua Tulisan Kamu
Jangan dihapus.
Sebulan kemudian, coba baca lagi.
Kamu bakal kaget sendiri lihat perkembangan kamu.
Apa yang Akan Terjadi Kalau Konsisten?
Kalau kamu nulis 15 menit sehari selama 30 hari:
Kamu nggak gampang blank lagi.
Kamu lebih cepat menuangkan ide.
Kamu mulai nemuin gaya kamu sendiri.
Kamu lebih pede.
Dan yang paling penting:
kamu resmi jadi orang yang benar-benar menulis.
Bukan cuma pengen nulis.
Penutup
Menulis itu bukan soal bakat.
Menulis itu soal kebiasaan.
15 menit sehari mungkin kelihatan kecil.
Tapi setahun kemudian, kamu bakal bersyukur pernah mulai dari 15 menit itu.

0 Komentar