📚 Strategi Menulis Buku dalam 30 Hari
1. Persiapan Pra-Penulisan (Hari -7 s/d -1)
- Tentukan tema utama dan buat kerangka bab.
- Riset singkat untuk menghindari kebuntuan saat menulis.
- Siapkan ruang kerja, jadwal, dan mindset bahwa menulis adalah disiplin, bukan sekadar inspirasi.
2. Target Harian
- Umumnya, buku 50.000 kata (setara novel pendek) bisa dicapai dengan 1.600–2.000 kata per hari.
- Bagi target per bab: misalnya 10–12 bab, masing-masing 4.000–5.000 kata.
- Gunakan timer (misalnya metode Pomodoro: 25 menit menulis, 5 menit istirahat).
3. Manajemen Waktu
- Tentukan jam menulis tetap setiap hari (pagi sebelum aktivitas atau malam sebelum tidur).
- Hindari multitasking; fokus hanya pada menulis.
- Gunakan aplikasi sederhana (Google Docs, Word, atau aplikasi menulis bebas distraksi).
4. Motivasi & Konsistensi
- Ingat: menulis bukan soal mood, tapi kebiasaan.
- Buat accountability partner atau umumkan target di media sosial agar ada dorongan eksternal.
- Reward diri sendiri setiap kali mencapai milestone (misalnya selesai 10.000 kata).
5. Revisi & Penyelesaian
- Jangan terlalu perfeksionis saat menulis draft pertama. Fokus pada selesai dulu.
- Revisi dilakukan setelah 30 hari, bukan saat proses menulis.
- Setelah selesai, baca ulang, edit, lalu minta masukan dari pembaca beta.
⚠️ Tantangan & Cara Mengatasinya
- Writer’s block → gunakan outline, jangan menunggu inspirasi.
- Kelelahan → jaga kesehatan, tidur cukup, dan jangan memaksakan diri menulis berjam-jam tanpa jeda.
- Distraksi media sosial → matikan notifikasi saat jam menulis.
- Perfeksionisme → ingat bahwa draft pertama tidak harus sempurna.
✨ Tips Praktis
- Gunakan NaNoWriMo-style challenge: tulis setiap hari tanpa jeda.
- Buat checklist harian: “Hari ini saya menulis 2.000 kata → centang.”
- Simpan ide spontan di catatan HP agar tidak hilang.
Kesimpulan:
Menulis buku dalam 30 hari bukan hal mustahil. Dengan outline jelas, target harian, disiplin waktu, dan mindset konsisten, kamu bisa menyelesaikan naskah penuh dalam sebulan.
0 Komentar