Langkah-Langkah Membuat Alur Flashback


🎬 Langkah-Langkah Membuat Alur Flashback

1. Tentukan Tujuan Flashback
- Apakah untuk menjelaskan latar belakang tokoh?  
- Mengungkap rahasia masa lalu?  
- Memberi kontras dengan situasi sekarang?  
👉 Flashback harus punya fungsi, bukan sekadar hiasan.

2. Pilih Pemicu Flashback
- Objek: misalnya foto lama, surat, atau benda kenangan.  
- Peristiwa: kejadian tertentu yang mirip dengan masa lalu.  
- Emosi: rasa takut, rindu, atau trauma yang memicu ingatan.  

3. Gunakan Transisi Halus
- Kalimat transisi seperti “Ia teringat kembali saat…” atau “Kenangan itu menyeruak…”.  
- Bisa juga lewat perubahan setting: dari ruang modern ke suasana masa lalu.  

4. Atur Perspektif & Waktu
- Gunakan past tense (masa lampau) agar jelas berbeda dari alur utama.  
- Jika cerita utama sudah di masa lampau, gunakan tanda lain (misalnya “sepuluh tahun sebelumnya”).  

5. Jaga Durasi Flashback
- Jangan terlalu panjang hingga pembaca lupa cerita utama.  
- Idealnya, flashback berfungsi sebagai potongan penting, bukan bab penuh (kecuali memang inti cerita).  

6. Kembalikan ke Alur Utama
- Tutup flashback dengan transisi balik: “Lamunan itu buyar ketika…” atau “Ia kembali menatap kenyataan…”.  
- Pastikan pembaca tahu kapan cerita kembali ke waktu sekarang.  

---

📚 Contoh Mini
`
Rina menatap cincin perak di jarinya. 
Sekejap, ia teringat hari hujan itu—sepuluh tahun lalu, 
ketika seseorang menyematkan cincin yang sama di tangannya. 
Kenangan itu membuat dadanya sesak. 
Suara pintu diketuk membuyarkan lamunannya, 
membawanya kembali ke ruang tamu yang dingin.
`

---

⚡ Tips Kreatif
- Gunakan sensorik detail (bau, suara, rasa) untuk membuat flashback lebih hidup.  
- Jangan terlalu sering; flashback berlebihan bisa membuat alur terasa terputus-putus.  
- Bisa dipakai sebagai twist: masa lalu yang terungkap mengubah persepsi pembaca terhadap tokoh.  


Posting Komentar

0 Komentar