Menulis novel online kini menjadi salah satu jalur populer bagi penulis pemula maupun profesional untuk menyalurkan karya. Namun, tidak sedikit naskah ditolak oleh platform karena kesalahan mendasar yang sebenarnya bisa dihindari. Artikel ini akan mengurai kesalahan tersebut secara mendalam, dengan bukti nyata dari pengalaman kurator naskah dan panduan penerbit.
1. Mengirim ke Platform yang Salah Genre
- Kesalahan: Penulis menganggap semua platform menerima semua jenis karya.
- Fakta: Setiap platform memiliki DNA genre dan target pasar spesifik. Misalnya, platform yang fokus pada romance akan sulit menerima naskah fantasi gelap.
- Bukti: Editor sering menolak naskah hanya dalam 5 menit pertama membaca jika genre tidak sesuai.
- Kesalahan Pengajuan Naskah: 7 Fatal
2. Tidak Mengikuti Panduan Penulisan
- Kesalahan: Mengabaikan format, jumlah kata, atau aturan teknis yang sudah ditetapkan.
- Fakta: Platform biasanya memberikan guideline detail tentang panjang bab, gaya bahasa, hingga struktur sinopsis.
- Bukti: Banyak naskah ditolak karena penulis tidak membaca panduan dengan teliti.
- Nasmedia Blog: 7 Kesalahan Fatal
3. Ide Klise dan Tidak Original
- Kesalahan: Mengulang tema yang sudah terlalu sering dipakai (misalnya cinta beda kasta tanpa twist baru).
- Fakta: Editor mencari keunikan yang bisa menarik pembaca di pasar yang kompetitif.
- Bukti: Naskah dengan ide klise dianggap tidak layak jual dan langsung ditolak.
4. Tata Bahasa Berantakan
- Kesalahan: Banyak salah ketik, kalimat tidak efektif, atau struktur paragraf kacau.
- Fakta: Bahasa adalah wajah pertama karya. Kesalahan teknis membuat editor ragu akan kualitas keseluruhan.
- Bukti: Penulis yang terlalu percaya diri tanpa penyuntingan sering ditolak.
5. Tidak Ada Riset Mendalam
- Kesalahan: Menulis latar atau detail tanpa riset, sehingga tidak realistis.
- Fakta: Pembaca online semakin kritis; detail yang salah bisa merusak kredibilitas cerita.
- Bukti: Kurangnya riset disebut sebagai salah satu alasan utama penolakan.
- Detak Pustaka: Kesalahan Fatal
6. Sinopsis Tidak Menarik
- Kesalahan: Sinopsis terlalu panjang, membingungkan, atau tidak mencerminkan inti cerita.
- Fakta: Sinopsis adalah “pintu masuk” bagi editor dan pembaca. Jika gagal, naskah jarang dilanjutkan.
- Bukti: Banyak editor menilai naskah hanya dari sinopsis sebelum membaca isi.
7. Tidak Memahami Target Pembaca
- Kesalahan: Menulis tanpa mempertimbangkan siapa pembacanya.
- Fakta: Platform novel online biasanya punya demografi jelas (remaja, dewasa muda, dll).
- Bukti: Naskah yang tidak sesuai target pembaca dianggap tidak relevan.
8. Terlalu Percaya Diri Tanpa Penyuntingan
- Kesalahan: Mengirim naskah mentah tanpa revisi.
- Fakta: Penyuntingan adalah tahap wajib untuk memastikan kualitas.
- Bukti: Editor sering menolak naskah yang terlihat “belum matang”.
9. Kurang Konsistensi dalam Alur
- Kesalahan: Cerita tidak konsisten, karakter berubah tanpa alasan, atau alur meloncat.
- Fakta: Konsistensi adalah kunci agar pembaca betah.
- Bukti: Penolakan sering terjadi karena alur dianggap membingungkan.
10. Tidak Profesional dalam Komunikasi
- Kesalahan: Mengirim email tanpa sopan santun, atau tidak melampirkan dokumen sesuai permintaan.
- Fakta: Editor menilai profesionalitas penulis dari cara berkomunikasi.
- Bukti: Banyak naskah ditolak bukan karena isi, tapi karena sikap penulis.
Kesimpulan
Kesalahan fatal penulis di platform novel online bukan sekadar teknis, tapi juga strategis dan profesional. Mulai dari salah genre, tidak mengikuti panduan, ide klise, tata bahasa berantakan, hingga komunikasi yang buruk. Semua ini bisa dihindari dengan riset, penyuntingan, dan memahami target pembaca.
Dengan menghindari kesalahan di atas, peluang naskah diterima akan jauh lebih besar.
- Kesalahan Pengajuan Naskah: 7 Fatal yang Bikin Ditolak Penerbit
- Nasmedia Blog: 7 Kesalahan Fatal yang Bikin Naskah Ditolak
- Detak Pustaka: Kesalahan Fatal yang Membuat Naskah Ditolak

0 Komentar